RKAT-UM

Tahun Anggaran 2022

A. Kebijakan Program Tahun 2022

Sesuai Statuta UM sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 115/2021, UM adalah PTN badan hukum (PTNBH) yang oleh pemerintah diberi otonomi dalam pengelolaan akademik dan nonakademik. UM memiliki visi menjadi perguruan tinggi unggul dan rujukan bidang kependidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan humaniora. Misi UM adalah: a) menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang unggul; b) menyelenggarakan penelitian yang unggul untuk menghasilkan temuan baru dan bermanfaat bagi masyarakat; dan c) menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang unggul untuk memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat, di bidang kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora.

Arah pengembangan UM dalam jangka panjang untuk mencapai visinya serta merealisasikan misi dan tujuan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) UM 2021—2040. RPJP tersebut mencakup empat tahapan, yaitu Tahap Konsolidasi (2021−2025), Tahap Penguatan (2026−2030), Tahap Pemanfaatan (2031−2035), dan Tahap Internasionalisasi (2036−2040). Selain itu UM juga diwajibkan memenuhi perjanjian kinerja tahunan dengan Kemendikbudristek sesuai Renstra Kemendikbudristek 2020—2024.

Usulan RKAT 2022 ini disusun menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kinerja dari masing-masing unsur organisasi dibawah Rektor. Dalam rangka mendukung ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan melaksanakan Merdeka Belajar, maka dijabarkan kebijakan, strategi, regulasi, dan kelembagaan dalam rangka mewujudkan berbagai indikator kinerja yang direncanakan dari setiap misi yang ditetapkan dalam Rencana Strategis UM. Kebijakan tersebut yakni: 1) meningkatkan kualitas lulusan dalam bidang akademik dan nonakademik; 2) meningkatkan kualitas dosen; 3) meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran; dan 4) meningkatkan kualitas manajemen dan tata kelola kelembagaan.

Usulan RKAT dari masing-masing unsur organisasi mengacu pada Renstra 2020-2024, Kebijakan Program Kerja UM 2022, dan Perjanjian Kinerja UM dengan Kemendikbudristek. Jumlah usulan RKAT Penerimaan tahun 2022 adalah sebesar Rp619.060.256.000,00 (enam ratus sembilan belas milyar enam puluh juta dua ratus lima puluh enam ribu rupiah), terdiri atas penerimaan yang bersumber dari pendanaan APBN dan pendanaan selain APBN. Penerimaan yang bersumber dari pendanaan APBN dalam bentuk alokasi belanja gaji dan tunjangan Pegawai Negeri Sipil sebesar Rp161.243.290.000,00 (seratus enam puluh satu milyar dua ratus empat puluh tiga juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah); dan penerimaan yang bersumber dari Pendanaan APBN dalam bentuk Bantuan Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum sebesar Rp72.610.262.000,00 (tujuh puluh dua milyar enam ratus sepuluh juta dua ratus enam puluh dua ribu rupiah.

Penerimaan yang bersumber dari Pendanaan Selain APBN sebesar Rp385.206.704.000,00 (tiga ratus delapan puluh lima milyar dua ratus enam juta tujuh ratus empat ribu rupiah) terdiri atas penerimaan dari biaya pendidikan sebesar Rp344.341.294.000,00 (tiga ratus empat puluh empat milyar tiga ratus empat puluh satu juta dua ratus sembilan puluh empat ribu rupiah); penerimaan dari usaha PTNBH sebesar Rp3.191.913.000,00 (tiga milyar seratus sembilan puluh satu juta sembilan ratus tiga belas ribu rupiah); penerimaan dari kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi sebesar Rp31.510.726.000,00 (tiga puluh satu milyar lima ratus sepuluh juta tujuh ratus dua puluh enam ribu rupiah); dan penerimaan dari pengelolaan kekayaan PTNBH sebesar Rp6.162.771.000,00 (enam milyar seratus enam puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh satu ribu rupiah). Selain itu terdapat sisa anggaran tahun 2021 sebesar Rp310.792.501.224,00 (Tiga ratus sepuluh milyar tujuh ratus sembilan puluh dua juta lima ratus satu ribu dua ratus dua puluh empat rupiah).

Jumlah usulan RKAT Pengeluaran tahun 2022 sebesar Rp876.417.710.000,00 (delapan ratus tujuh puluh enam milyar empat ratus tujuh belas juta tujuh ratus sepuluh ribu rupiah). Belanja dari sumber pendanaan APBN sebesar Rp258.190.423.000,00 (dua ratus lima puluh delapan milyar seratus sembilan puluh juta empat ratus dua puluh tiga ribu rupiah) terdiri atas Belanja Gaji dan Tunjangan PNS sebesar Rp161.243.290.000,00 (seratus enam puluh satu milyar dua ratus empat puluh tiga juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah), Belanja Operasional Penyelenggaraan Pendidikan dan Pembelajaran sebesar Rp21.757.835.000,00 (dua puluh satu milyar tujuh ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus tiga puluh lima ribu rupiah), Biaya Dosen Non PNS sebesar Rp8.689.860.000,00 (delapan milyar enam ratus delapan puluh sembilan juta delapan ratus enam puluh ribu rupiah), Biaya Tenaga Kependidikan Non PNS sebesar Rp30.313.317.000,00 (tiga puluh milyar tiga ratus tiga belas juta tiga ratus tujuh belas ribu rupiah), dan Belanja Investasi sebesar Rp36.186.121.000,00 (tiga puluh enam milyar seratus delapan puluh enam juta seratus dua puluh satu ribu rupiah). Belanja dari sumber pendanaan selain APBN sebesar Rp618.227.287.000,00 (enam ratus delapan belas milyar dua ratus dua puluh tujuh juta dua ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) terdiri atas Belanja Operasional Penyelenggaraan Pendidikan dan Pembelajaran sebesar Rp84.266.062.000,00 (delapan puluh empat milyar dua ratus enam puluh enam juta enam puluh dua ribu rupiah), Pelaksanaan Penelitian sebesar Rp54.300.000.000,00 (lima puluh empat milyar tiga ratus juta rupiah), Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat sebesar Rp9.687.000.000,00 (sembilan milyar enam ratus delapan puluh tujuh juta rupiah), Belanja Operasional manajemen sebesar Rp140.159.916.000,00 (seratus empat puluh milyar seratus lima puluh sembilan juta sembilan ratus enam belas ribu rupiah), Belanja Investasi gedung dan bangunan sebesar Rp149.800.000.000,00 (seratus empat puluh sembilan milyar delapan ratus juta rupiah), Belanja Investasi peralatan dan mesin sebesar Rp19.046.000.000,00 (sembilan belas milyar  empat puluh enam juta rupiah), Pengembangan mutu SDM sebesar Rp40.968.309.000,00 (empat puluh milyar sembilan ratus enam puluh delapan juta tiga ratus sembilan ribu rupiah, dan Remunerasi dosen dan tenaga kependidikan sebesar Rp120.000.000.000,00 (seratus dua puluh milyar rupiah).

 

B. Capaian Kinerja Tahun 2021 dan Target Kinerja Tahun 2022

Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Capaian 2021 Target 2022
Persentase lulusan S1 dan Program Diploma yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta dengan pendapatan cukup % 70.34 80
Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling tidak 20 sks di luar kampus; atau meraih prestasi minimal tingkat nasional. % 18.93 30
Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS 100 (berdasarkan bidang ilmu), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi minimal tingkat nasional dalam 5 (lima) tahun terakhir. % 36.1 20
Persentase dosen tetap berkualifikasi S3; memiliki sertifikasi kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja. % 55.24 40
Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen. hasil penelitian per jumlah dosen 0.84 0.75
Persentase program studi S1 dan Diploma yang melaksanakan kerja sama dengan mitra. % 100 50
Persentase mata kuliah S1 dan Diploma yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi. % 80.36 35
Persentase program studi S1 dan Diploma yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah. % 12.85 5
Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB predikat A BB
Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 80 nilai 92.38 80

C. Biaya

Komponen biaya Realisasi 2020
APBN Selain  APBN TOTAL
 Gaji dan
Tunjangan PNS
(001)
 BOPTN dan
Operasional
(002)
 Pinjaman
1. Biaya Dosen PNS 119,745,376,990 119,745,376,990
2. Biaya Tenaga Kependidikan PNS 36,473,892,992 36,473,892,992
3. Biaya Operasional 34,086,506,317 1,242,672,662 1 131,706,715,586 167,035,894,565
4. Biaya Dosen Non PNS 5,345,382,136 5,345,382,136
5. Biaya Tenaga Kependidikan Non PNS 14,796,914,170 14,796,914,170
6. Biaya Investasi 157,231,880,431 96,112,167,343 253,344,047,774
7. Biaya Pengembangan 2,447,064,469 2,739,400,016 5,186,464,485
8. Remunerasi

 

Total

 

 

156,219,269,982

 

 

56,675,867,092

 

 

158,474,553,093

99,457,192,070

 

330,015,475,015

99,457,192,070

 

701,385,165,182

 

Komponen biaya Realisasi 2020
APBN Selain  APBN TOTAL
Gaji dan
Tunjangan PNS
(001)
 BOPTN dan
Operasional
(002)
 Pinjaman
1. Biaya Dosen PNS  121,612,811,952  121,612,811,952
2. Biaya Tenaga Kependidikan PNS  34,817,003,193  34,817,003,193
3. Biaya Operasional  31,697,583,606 914,854,971  205,498,723,076  238,111,161,653
4. Biaya Dosen Non PNS 20,095,470,335  20,095,470,335
5. Biaya Tenaga Kependidikan Non PNS  –
6. Biaya Investasi 5,257,459,277  72,997,301,506  154,118,816,203  232,373,576,986
7. Biaya Pengembangan  1,273,432,640  2,288,032,545  3,561,465,185
8. Remunerasi  116,824,806,958  116,824,806,958
Total 156,429,815,145 58,323,945,858 73,912,156,477 478,730,378,782 767,396,296,262

 

Komponen biaya Realisasi 2020
APBN Selain  APBN TOTAL
 Gaji dan
Tunjangan PNS
(001)
 BOPTN dan
Operasional
(002)
 Pinjaman
1. Biaya Dosen PNS  123,269,397,008  123,269,397,008
2. Biaya Tenaga Kependidikan PNS  37,973,892,992  37,973,892,992
3. Biaya Operasional  20,607,805,000  1,150,700,000  288,412,978,000  310,170,813,000
4. Biaya Dosen Non PNS  8,689,860,000  8,689,860,000
5. Biaya Tenaga Kependidikan Non PNS 30,313,317,000   30,313,317,000
6. Biaya Investasi  13,000,000,000  23,186,121,000  168,846,000,000  205,032,121,000
7. Biaya Pengembangan  40,968,309,000  40,968,309,000
8. Remunerasi  120,000,000,000  120,000,000,000
Total  161,243,290,000  72,610,262,000  24,336,871,000  618,227,287,000  876,417,710,000

 

SUMBER PEMBIAYAAN Realisasi 2020 Anggaran 2021 Anggaran 2022 Anggaran 2022
APBN 371,369,689,667 306,882,415,000 258,190,423,000
A. Gaji dan Tunjangan PNS (001) 156,219,269,982 158,179,282,000 161,243,290,000
B. BPPTNBH Setditjen Diktiristek 56,675,866,592 62,204,262,000 72,610,262,000
C. Pinjaman 158,474,553,093 86,498,871,000 24,336,871,000
 – ……………………………

– ……………………………

SELAIN APBN 788,693,674,995 660,362,990,640 695,999,205,224
A. Dana Masyarakat 65,654,294,052 79,607,785,326 115,431,288,000
B. Biaya Pendidikan 166,026,421,300  158,352,464,674 228,910,006,000
C. Pengelolaan Dana Abadi
D. Usaha PTN BH 3,191,913,000
E. Kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi 14,758,464,218 27,828,150,00 31,510,726,000
F. Pengelolaan Kekayaan PTN BH 16,933,363,164 29,148,000,000 6,162,771,000
G. APBD
H. Pinjaman
I. Saldo Kas 525,321,132,261 365,426,590,640 310,792,510,224
TOTAL 525,321,132,261 365,426,590,640 310,792,510,224

Tutors

List of the course tutors

Susan Barnett

Architecture Student

Ben Smith

Architecture Student

Time

Everyday from 10:00 to 16:00

Location

Architecture Faculty, Main Hall.

When?

20 Sep 2016 – 03 May 2017